
- 2023-02-13 07:17:54
Nats Bacaan : Mazmur 50:1-23
Ibadah adalah unsur yang tidak bisa terlepaskan dari kehidupan setiap umat Kristen. Ibadah sangat diperlukan bagi orang percaya karena ibadah merupakan salah satu sarana yang tersedia untuk umat Tuhan bisa terkoneksi dengan Tuhan, menyembah dan memuji Tuhan, mendengarkan firman Tuhan, membangun hubungan dengan sesama orang percaya. Tetapi, ibadah tidak se-simple itu.
Mengapa dikatakan tidak se-simple itu? Karena tidak semua ibadah yang dilakukan adalah ibadah yang sejati. Lantas, apa yang dimaksud Ibadah yang Sejati?
Ibadah yang sejati tidak berbicara mengenai korban jasmani, yakni berbicara mengenai apa yang kelihatan, seperti puji-pujian, persembahan. Akan tetapi berbicara mengenai ucapan syukur dan hidup yang kudus dan berkenan kepada Tuhan, yakni berbicara mengenai apa yang tidak kelihatan (Mazmur 50:8-14). Jangan datang beribadah, memberi korban bagi Tuhan, akan tetapi tidak dengan ucapan syukur (arti : tidak rendah hati, tidak menyadari kebaikan Tuhan, angkuh dan sombong) dan memiliki hidup yang jalannya tidak lurus (arti : kompromi dengan kejahatan). Jangan juga mengatakan, "Saya banyak memberi ke gereja, itu artinya saya sudah beribadah.". Sadarlah bahwa yang kamu bawa kepada Tuhan itu miliknya Tuhan juga (Mazmur 50:8-13). Tuhan berkenan dengan korban syukur dan yang memiliki jalan yang berkenan kepada Tuhan (Mazmur 50:23)
Dalam beribadah, kita harus memiliki sikap rendah hati dan juga kudus karena kita sedang memasuki hadirat Tuhan. Tuhanlah yang perlu ditinggikan dan dimuliakan dalam ibadah kita.
Ibadah yang sejati juga berbicara mengenai orang yang mau mendengar dan melakukan firman Tuhan (Mazmur 50:16-17; Mazmur 1:1-3).
Apa hasil dari Ibadah yang Sejati? Hasilnya adalah keselamatan dari Allah (Mazmur 50:23)
BERIBADAHLAH DENGAN UCAPAN SYUKUR DAN KEKUDUSAN. ITULAH IBADAHMU YANG SEJATI.
