Doa dengan Kasih

  • 2026-05-23 08:39:41

Bacaan : Yohanes 17

Sebagai orang percaya, kita memahami doa sebagai komunikasi dengan Allah. Kadang kita bergumul perihal bagaimana kita dapat menghidupi doa kita. Sebagai umat, kita pun bertanya bagaimana seorang imam besar mempersembahkan kurban bagi umat dan memastikan bahwa kurban itu diterima Allah?

Dalam doa terakhirnya, Tuhan Yesus berbicara dengan Bapa yang mengutus-Nya. Ia berdoa, pertama untuk diri-Nya sendiri (1-5), kemudian Ia berdoa bagi para murid-Nya (6-19), dan akhirnya untuk orang-orang yang kelak akan percaya (20-26). Tuhan Yesus memohon kekuatan dari Bapa supaya Ia dapat memuliakan Bapa melalui jalan salib, yakni "peninggian-Nya" (1-5). Penyelesaian tugas ini menjamin hidup kekal saat orang percaya mengenal satu-satunya Allah yang benar dan Tuhan Yesus yang diutus oleh Bapa (3). Tuhan Yesus menggenapi setiap firman yang dinubuatkan (6-8).

Selanjutnya, Tuhan Yesus berdoa untuk para murid-Nya, memohon perlindungan dan penyucian mereka dengan firman Allah (6-19). Para murid ini adalah kepunyaan Allah Bapa yang menerima firman Tuhan yang diberikan kepada mereka. Firman itu telah mengubah hidup mereka. Tuhan Yesus berdoa agar mereka tetap bersatu dalam kasih dan kebenaran ketika Ia akan meninggalkan mereka.

Akhirnya, Tuhan Yesus berdoa untuk semua orang percaya masa depan, memohon agar mereka dapat mengalami kesatuan ilahi (20-26). Ia berdoa agar mereka mengenal kasih Tuhan dan realitas hidup kekal melalui diri-Nya.

Yohanes 17 mengungkapkan inti misi Yesus, yaitu rekonsiliasi, kesatuan, dan hidup kekal. Doa Tuhan Yesus sebagai Imam Besar bukan hanya menyatukan kita dalam persekutuan dengan Allah dan sesama, melainkan juga menantang kita untuk merenungkan hubungan kita dengan Tuhan dan dengan sesama saat ini, mendorong kita untuk hidup dalam kasih dan kesatuan sebagaimana Kristus telah memberikan teladan bagi kita. Tuhan Yesus memberikan teladan doa yang bersyafaat bagi tugas-Nya dan bagi umat-Nya. Lantas, bagaimana dengan doa kita hari ini?




OTHER RENUNGAN


Pemimpin Yang Lalim

Bacaan : Hakim-Hakim 9:1-21 Pemimpin yang lalim adalah pemimpin yang cenderung menyalahgunakan kekuasaan mereka untuk kepentingan ...

Boleh atau Tidak ?

Bacaan : 1 Korintus 6:12-20 Boleh atau tidak boleh sering menjadi patokan benar-salahnya tindakan seseorang. Namun, apakah hanya i ...

Balas Kejahatan Dengan Kebaikan

Bacaan : Hakim-Hakim 8:22-35 Cerita tentang Gideon adalah cerita yang sangat menakjubkan, sekaligus menyedihkan. Gideon, seorang a ...

Tetap Konsisten

Bacaan : Hakim-Hakim 10:6-18 Kalimat "Janganlah kita jatuh ke dalam dosa yang sama" tepat diberikan kepada bangsa Israel yang beru ...