
- 2021-07-06 11:31:52
Baca: Yesaya 5:8-13
"Sebab kebun anggur yang luasnya sepuluh hari membajak akan
menghasilkan hanya satu bat anggur; dan satu homer benih akan menghasilkan
hanya satu efa gandum." Yesaya 5:10
Banyak orang berpikir hidup dalam penderitaan atau kesengsaraan adalah takdir
Tuhan. Benarkah demikian? Alkitab menyatakan Tuhan tidak pernah
merancang kecelakaan atau hari depan yang suram bagi umat-Nya, tapi rancangan
Tuhan adalah rancangan damai sejahtera dan hari depan yang penuh harapan
(Yeremia 29:11). Mengapa penderitaan seringkali terjadi dalam hidup orang
percaya?
Firman Tuhan ini adalah nubuatan tentang penderitaan yang akan dialami bangsa
Israel karena mereka tidak mau bertobat dari pelanggaran-pelanggarannya.
Penderitaan bisa terjadi akibat dosa dan pelanggaran, karena itu Tuhan perlu
menegur dan memperingatkan. Penderitaan juga bisa terjadi sebagai proses
yang Tuhan ijinkan untuk mendewasakan iman. Bersyukurlah jika kita
ditegur dan diperingatkan Tuhan melalui penderitaan atau kesengsaraan, bukti
Tuhan masih mengasihi kita dan menganggap kita anak-Nya. "Hai
anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila
engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya,
dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak." (Ibrani
12:5-6). Lebih baik Tuhan memukul dan menghajar kita sekarang sewaktu
kita masih menjalani hidup di bumi, daripada Dia menghukum kita dan melemparkan
kita ke dalam kebinasaan kekal.
Di balik penderitaan atau kesengsaraan Tuhan hendak mengingatkan kita agar
dalam segala hal kita senantiasa mengandalkan Dia, bukan mengandalkan kekuatan
sendiri atau sesama. Alkitab dengan keras menyatakan bahwa orang yang
hidup mengandalkan kekuatan sendiri atau sesama disebut sebagai orang yang
terkutuk (Yeremia 17:5).
Seberat apa pun penderitaan yang kita alami, kalau
kita senantiasa mengandalkan Tuhan, kita pasti mampu melewati,
sebab: "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang
memberi kekuatan kepadaku." (Filipi 4:13).
"...berbahagialah manusia yang ditegur Allah; ...janganlah engkau
menolak didikan Yang Mahakuasa. Karena Dialah yang melukai, tetapi juga
yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan
pula." Ayub 5:17-18
