MEMBERI DARI KEKURANGAN

  • 2021-03-09 09:03:12

Baca:  Markus 12:41-44

"Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."  Markus 12:44

Tuhan mengetahui setiap persembahan umat-Nya: besar atau kecil, banyak atau sedikit, sekalipun orang lain tidak mengetahuinya. Terlebih-lebih motivasi orang dalam memberi persembahan, Tuhan tahu secara persis (1 Tawarikh 28:9). Banyak terjadi justru orang-orang yang ekonominya lemah dan hidup dalam kekuranganlah yang terbeban untuk memberi/mendukung pekerjaan Tuhan. Mereka memberi persembahan dari kekurangannya, seperti  "...seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit."  (Markus 12:42). Peser adalah mata uang tembaga Yahudi yang paling kecil, sama dengan setengah duit. Persembahan janda miskin ini menjadi perhatian Kristus karena Dia melihat betapa besar pengorbanan wanita itu, sebab ia memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya ia berikan (ayat nas).

Pada waktu itu ada banyak orang memberikan persembahan, bahkan murid-murid Tuhan melihat ada orang-orang yang memberikan persembahan dalam jumlah yang besar, tapi mata Tuhan justru tertuju kepada persembahan seorang janda miskin tersebut. Ini menunjukkan bahwa penilaian Tuhan itu berbeda dengan penilaian manusia. Bagi orang-orang yang kaya tentunya tidak terlalu sulit untuk memberikan persembahan, berapa pun jumlahnya. Namun kenyataannya tidak sedikit orang kaya yang justru enggan dan berat hati untuk menyisihkan sedikit uang dari perbendaharaan hartanya, kecuali bila persembahan tersebut membawa keuntungan bagi dirinya atau reputasinya. Adalah sangat mudah memberikan bantuan atau persembahan bila pemberian tersebut dilihat oleh orang lain, apalagi bila disiarkan, diliput atau diumumkan lewat media.

Lain halnya dengan orang miskin yang justru memberi dengan sembunyi-sembunyi karena merasa persembahannya sangat sedikit dan tidak berarti, namun mereka memberi dengan hati yang tulus dan rela.  "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita."  (2 Korintus 9:7).

Tuhan tidak melihat seberapa besar persembahan kita, tapi Dia melihat motivasi hati kita saat memberi.

 




OTHER RENUNGAN


Do Ut Des

Bacaan : Hakim-Hakim 8:4-21 Menurut situs Bibliopedia, "Do ut des" adalah frasa Latin yang secara harfiah artinya, "Aku memberi ag ...

Roh Kudus Memberi

Bacaan : 1 Korintus 4:6-21 Melalui suratnya, Rasul Paulus menyampaikan teguran keras kepada jemaat di Korintus supaya mereka tidak ...

Kebenaran atau Reputasi

Bacaan : Yohanes 12:9-11 Sebagian besar dari kita mungkin pernah diperhadapkan pada pilihan menjaga reputasi atau kebenaran. Tidak ...

Tegar Di tengah Gemuruh Zaman

Bacaan : Yohanes 15:18-27 Seorang siswa pernah curhat karena dijauhi teman-temannya, padahal ia merasa tak bersalah. Setelah ditel ...

Doa dengan Kasih

Bacaan : Yohanes 17 Sebagai orang percaya, kita memahami doa sebagai komunikasi dengan Allah. Kadang kita bergumul perihal bagaima ...