
- 2020-08-04 07:38:22
Baca: Mazmur 42:1-12
"Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari
orang berkata kepadaku: 'Di mana Allahmu?'" Mazmur 42:4
Menjalani hidup sebagai pengikut Kristus di tengah-tengah dunia yang jahat
adalah sebuah proses ujian iman. Mengapa? Karena banyak orang yang
tidak suka dan benci terhadap orang percaya. Tentang hal itu Alkitab
sudah menyatakannya: "Dan kamu akan dibenci semua
orang oleh karena nama-Ku;" (Matius 10:22). Jadi, bukan
hal yang mengejutkan lagi bila orang percaya seringkali mendapatkan perlakuan
yang kurang mengenakkan, ditindas, dicemooh, diintimidasi, dan diperlakukan
tidak adil. Hal itulah yang seringkali membuat jiwa kita sangat tertekan.
Pergumulan hidup yang berat ini pun dialami oleh
bani Korah! Bani Korah adalah keturunan anak-anak Korah bin Yizhar bin
Kehat bin Lewi, yang melayani di Kemah Suci sebagai penjaga-penjaga pintu masuk
Kemah (1 Tawarikh 9:19) dan tim pemuji Tuhan (2 Tawarikh
20:19). Mereka mengalami tekanan yang luar biasa dari orang-orang fasik
yang tak pernah berhenti untuk mencela, melemahkan, menekan dan
mencemooh, "Seperti tikaman maut ke dalam
tulangku lawanku mencela aku, sambil berkata kepadaku sepanjang hari: 'Di mana
Allahmu?'" (Mazmur 42:11). Suatu pengakuan jujur dari bani
Korah yang jiwanya begitu tertekan sehingga ia pun menumpahkan keluh-kesahnya
kepada Tuhan, "Mengapa engkau tertekan,
hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku
akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! Jiwaku
tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepada-Mu dari tanah sungai
Yordan dan pegunungan Hermon, dari gunung Mizar." (Mazmur
42:6-7). Meski demikian bani Korah tidak mau larut dalam keputusasaan dan
kepedihan hati yang berkepanjangan, tak mau dikalahkan oleh situasi yang
ada. Mereka tetap berharap kepada Tuhan dan mengingat-ingat kasih setia
Tuhan.
Tak kuat hadapi tekanan hidup yang berat, banyak
orang kehilangan semangat dan frustasi! Inilah saat-saat yang
dimanfaatkan Iblis untuk mendakwa dan mengalihkan fokus hidup kita untuk tidak
memandang kepada Tuhan dan segala kebaikan-Nya!
Tuhan itu
bagi kita...sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti! (Mazmur
46:2)
