
- 2026-08-08 12:32:24
Bacaan : 2 Samuel 20
Pada bagian ini, Alkitab menceritakan tentang tindakan kejam Yoab. Di tengah tindakan membasmi pemberontakan Seba dan pengikutnya, Yoab juga membunuh Amasa.
Awalnya, Amasa adalah panglima perang Absalom, tetapi setelah Absalom mati, Daud mengangkat Amasa menggantikan Yoab. Entah karena merasa terancam atau karena ada indikasi Amasa tidak setia kepada Daud (5), Yoab tanpa memikirkan benar atau tidak tindakannya, ia langsung membunuh Amasa dengan kejam (10), padahal Amasa masih merupakan saudara sepupu Yoab sendiri.
Tindakan kejam Yoab juga hampir terjadi ketika hendak membasmi Seba. Ia hampir membunuh seluruh penduduk tempat Seba bersembunyi. Namun, saat itu ada seorang perempuan yang tak disebutkan namanya, yang dengan berani dan bijak menemui Yoab serta mengingatkan Yoab untuk berpikir jernih dan tidak melakukan kesalahan (16-19). Berkat peringatan perempuan ini, Yoab tersadar bahwa tindakannya membahayakan nyawa seluruh penduduk kota yang tidak bersalah. Yoab pun menghentikan tindakannya dan dengan bantuan perempuan itu, Seba yang memberontak ditangkap dan mendapat hukuman (22). Perkataan bijak wanita ini, yang tepat waktu, telah menyelamatkan penduduk kota dan juga Yoab dari perbuatan dosa.
Amsal 25:11 mengatakan perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti "apel emas di pinggan perak". Perkataan yang bijak dan disampaikan dengan cara yang bijak dapat memberikan dampak positif sekaligus menolong orang lain. Sayangnya, sering kali kita tidak bijak dalam berkata-kata sehingga apa yang kita sampaikan tidak menjadi berkat bagi orang lain.
Belajarlah dari perempuan tak dikenal itu dalam hal keberanian untuk mengatakan kebenaran dan dengan bijak menyampaikan kebenaran tepat pada waktunya. Maka, perkataan kita akan menjadi perkataan yang menegur dengan tepat, menasihati dengan benar, bahkan memberi kekuatan kepada orang lain untuk menjalani hidup dengan benar.
