Berakhir Dengan Bersyukur

  • 2026-08-07 14:16:55

Bacaan : 2 Samuel 23:1-7

Permulaan yang baik dalam kehidupan tentu penting. Namun, yang lebih penting lagi adalah bagaimana kita mengakhiri kehidupan kita.

Nas kita hari ini adalah "perkataan terakhir Daud" (1). Daud disebut sebagai orang yang ditinggikan, orang yang diurapi Allah Yakub, pemazmur yang disenangi di Israel (1). Roh TUHAN berbicara dengan perantaraan Daud (2) dan Allah berkata kepada Daud bahwa orang yang memerintah dengan adil dan takut akan Allah, akan seperti terang saat matahari terbit di pagi hari yang cerah tanpa awan (3-4). Daud melihat bahwa keluarganya adalah seperti itu di hadapan Allah, sebab Allah telah mengadakan perjanjian yang abadi dengannya, dan karenanya semuanya terjamin (5). Sedangkan orang-orang durjana akan seperti duri yang terbakar habis nantinya (6-7).

Kita melihat betapa Daud bersyukur karena atas perjanjian abadi dengan Allah, keluarganya memerintah dengan adil dan takut akan Allah. Apa yang Daud katakan sepertinya tidak dapat kita lihat dalam sejarah raja-raja Yehuda seperti yang tercatat dalam Alkitab. Namun, ini tentu akan tergenapi dalam Mesias, Anak Daud nantinya, yang akan memerintah dengan adil dan takut akan Allah, yang menjadi berkat bagi mereka yang tunduk kepadanya, sedangkan mereka yang menolaknya akan terbakar habis.

Daud banyak mengalami kesulitan, dan bahkan hukuman TUHAN yang berat juga pernah ditanggung dalam hidupnya. Tetapi, ia dapat mengatakan semua ini dengan iman, karena ia percaya dengan perjanjian abadi yang telah Allah berikan kepadanya dan keturunannya. Karena itu, ia dapat mengucapkan kata-kata terakhirnya dengan penuh keyakinan dan ucapan syukur.

Bagaimana dengan kita? Terlepas dari apa pun keadaan kita, apakah kita, dalam iman, dapat mengucap syukur atas segala yang terjadi dalam hidup kita? Marilah kita ikuti teladan Daud, terlepas dari hidupnya yang tidak sempurna, yang dalam iman, mengakhiri hidupnya dengan ucapan syukur, bukan karena semua dalam keadaan baik, melainkan karena janji Allah yang pasti ditepati-Nya.




OTHER RENUNGAN


Perlindungan Di Balik Penolakan

Bacaan : 1 Samuel 29 Mungkin kita pernah merasakan pahitnya penolakan. Pekerjaan yang kita idamkan, pasangan yang kita harapkan, a ...

Cara Tuhan Melindungi Anak-Nya

Bacaan : 2 Samuel 17:15-29 Bahaya dapat selalu mengejar, tetapi Tuhan selalu punya cara untuk melindungi anak-anak-Nya.Renc ...

Perkataan Yang Tepat

Bacaan : 2 Samuel 20 Pada bagian ini, Alkitab menceritakan tentang tindakan kejam Yoab. Di tengah tindakan membasmi pemberontakan ...

Kasih Kepada Kristus

Bacaan : Yohanes 21:15-19 Dalam perjalanan bersama Allah, jatuh dan bangun merupakan proses yang niscaya akan kita lalui. Tidak ad ...