
- 2026-05-12 09:29:38
Bacaan : 1 Korintus 7:17-40
FOMO adalah singkatan dari fear of missing out, artinya takut ketinggalan. Orang yang FOMO selalu khawatir ketinggalan tren terbaru, sehingga ia sering sekadar ikut-ikutan.
Rasul Paulus mengakui keberagaman latar belakang jemaat di Korintus. Contohnya, ada yang bersunat dan ada yang tidak bersunat (18-19). Di tengah keberagaman itu, ia tidak memaksakan mereka menjadi sama. Ia justru menasihatkan mereka untuk tetap dalam kondisi mereka saat mereka menjadi orang percaya (17, 20). Ini bukan berarti Rasul Paulus anti terhadap perubahan, tetapi ia tidak perlu memaksa mereka berubah, terlebih jika perubahan itu sekadar ikut-ikutan dengan jemaat yang lain.
Nasihat Rasul Paulus ini mengena sekali di tengah dunia yang kadang menuntut orang untuk menjadi seragam. Dalam kehidupan bergereja, ada yang menuntut agar ibadah di gereja A meniru gereja B supaya terlihat keren dan menarik lebih banyak orang. Bayangkan kalau semua gereja seragam cara ibadah dan bentuk pelayanannya! Bisa jadi jemaat dengan beragam tingkat spiritualitas tidak mendapat ruang yang tepat untuk bertumbuh. Bisa jadi berbagai bidang pelayanan tidak terlayani karena gereja terlalu fokus pada satu bidang saja.
Bayangkan kalau gereja hanya sibuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi terbaru tanpa melihat misi utamanya. Bisa jadi kedewasaan iman jemaat tidak tercapai secara merata. Bisa jadi sebagian jemaat yang tidak punya akses teknologi yang canggih menjadi terpinggirkan.
Baiklah gereja melayani dengan tulus, bukan mengejar tren atau sekadar ikut-ikutan. Kalaupun ada perubahan, baiklah itu dilakukan bagi kemajuan seluruh jemaat Tuhan.
Mari kita bertobat bersama dari kebiasaan membandingkan dan menyamakan diri dengan orang Kristen yang lain. Mari kita menghindarkan diri kita dan saudara seiman kita dari rasa FOMO. Mari kita lebih mensyukuri kondisi yang ada, sesuai dengan konteks gereja masing-masing, sehingga setiap perubahan benar-benar memajukan pengenalan kita akan Tuhan dan pelayanan kita sebagai gereja Tuhan di tengah dunia.
