Jadilah Dewasa !

  • 2026-05-09 08:52:23

Bacaan : 1 Korintus 3:1-9

Kedewasaan seseorang tidak hanya diukur dari usianya. Kedewasaan yang sebenarnya ditunjukkan dari kematangan berpikir dan berperilaku. Begitu pula kedewasaan rohani orang percaya.

Jemaat di Korintus tidak menunjukkan adanya kedewasaan rohani (1-2). Hal ini dibuktikan dengan adanya iri hati dan perselisihan serta sikap yang saling membanggakan diri sebagai golongan yang lebih baik (3-4). Paulus mengingatkan bahwa ia dan pemimpin rohani lainnya adalah pelayan Tuhan dan kawan sekerja Allah (5-9). Allahlah pemimpin mereka. Itu artinya, tidak ada alasan bagi mereka untuk saling iri hati ataupun membanggakan diri.

Tak dapat dipungkiri bahwa terjadinya perselisihan adalah tanda ketidakdewasaan. Orang yang dewasa secara rohani tidak akan mudah iri hati atau bahkan menyombongkan diri. Semua sama di mata Tuhan dan semua adalah milik Tuhan. Siapa pun dapat Ia pakai untuk memberitakan Injil Kristus. Orang percaya sudah sepatutnya mengalami pertumbuhan rohani untuk menjadi dewasa dalam Kristus.

Orang yang bertumbuh secara rohani terlihat dari sikapnya. Kebalikan dari iri hati, mereka rendah hati, berempati, dan peduli kepada sesama. Selain itu, mereka tidak akan terjebak dalam perbedaan yang ada di tengah kehidupan berjemaat. Mereka tetap bersatu dengan kesadaran bahwa Allah yang memanggil mereka untuk tugas yang berbeda. Meski berbeda, tujuan mereka satu, yaitu keserupaan dengan Kristus. Fokus mereka terletak pada Allah, bukan diri mereka, atau siapa pun juga.

Permasalahan seperti ini kadang kembali terjadi di tengah kehidupan bergereja masa kini. Perpecahan terjadi karena keegoisan dan kesombongan yang mengidolakan pemimpin rohani tertentu hingga lupa bahwa Kristuslah kepala gereja.

Allah membangun gereja bukan untuk kita membuat golongan sendiri-sendiri, tetapi agar kita bertumbuh dewasa bersama dalam pengenalan akan Allah. Kita dipanggil dan diutus ke tengah dunia untuk membawa kesatuan dan kedamaian dalam Kristus, bukan perpecahan. Mari, jadilah dewasa!




OTHER RENUNGAN


FOMO

Bacaan : 1 Korintus 7:17-40 FOMO adalah singkatan dari fear of missing out, artinya takut ketinggalan. Orang yang FOMO selalu khaw ...

Ditebus dan Dipanggil

Bacaan : Rut 4 Setiap upacara pernikahan membutuhkan saksi. Tanpanya pernikahan tidaklah sah secara hukum maupun agama. Bacaan har ...

Menagih Janji

Bacaan : Yosua 14:6-15 Kata orang, janji adalah utang. Utang harus dibayar, maka janji juga harus ditepati. Hal ini memberi pering ...

Jangan Salah Fokus !

Bacaan : Yohanes 20:11-18 Maria Magdalena tidak dapat menyembunyikan kesedihannya. Ia berdiri di luar kubur itu dan terus menangis ...