
- 2021-10-04 08:19:58
Baca: Ayub 20:1-29
"Sungguhpun kejahatan manis rasanya di dalam mulutnya, sekalipun ia
menyembunyikannya di bawah lidahnya, ...namun berubah juga makanannya di dalam
perutnya, menjadi bisa ular tedung di dalamnya." Ayub 20:12, 14
Ada istilah-istilah dalam Alkitab yang mendefinisikan kata dosa: hatta
(bahasa Ibrani) artinya: jatuh dan mengurangi standar dari Tuhan
yang suci; hamartia (bahasa Yunani)
berarti: kehilangan, meleset dari target atau sasaran yang
ditetapkan. Dosa pada hakekatnya hanya akan mendatangkan malapetaka dan
menuntun seseorang kepada kebinasaan kekal, "Sebab upah dosa
ialah maut;" (Roma 6:23).
Meski tahu akibat dosa adalah maut tapi masih banyak orang yang demikian
terikat dengan dosa, bahkan enggan melepaskan dan meninggalkannya. Mengapa?
Karena mereka telah merasakan manis dan nikmatnya dosa, sebab dosa seringkali
hadir dalam bentuk yang indah dan menyenangkan, memberi kepuasan dan kenikmatan
walaupun itu adalah sebuah jebakan yang mematikan. Mereka tidak menyadari
bahwa dosa itu seperti racun jahat yang menyebar ke seluruh aspek kehidupan
orang yang melakukannya. Racun biasanya tidak seketika itu mematikan,
tapi membutuhkan waktu untuk menyebar terlebih dahulu hingga akhirnya
membunuh. Begitu pula dosa, membutuhkan waktu hingga orang merasakan
dampaknya. Dampak mendasar dari ikatan dosa adalah ketidaktenangan dalam
menjalani hidup, karena sukacita dan damai sejahtera telah lenyap dari hati,
yang ada hanyalah kegelisahan setiap saat. "Pada waktu pagi
engkau akan berkata: Ah, kalau malam sekarang! dan pada waktu malam engkau akan
berkata: Ah, kalau pagi sekarang! karena kejut memenuhi hatimu, dan karena apa
yang dilihat matamu." (Ulangan 28:67).
Jangan pernah kompromi dengan dosa sebab hal itu adalah kejijikan di mata
Tuhan: "Janganlah hendaknya kamu melakukan kejijikan yang
Aku benci ini!" (Yeremia 44:4). Dosa inilah yang akhirnya
menjadi jurang pemisah hubungan kita dengan Allah, "tetapi
yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan
yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak
mendengar, ialah segala dosamu." (Yesaya 59:2).
Berhentilah berbuat dosa jika tidak ingin menanggung akibat yang mengerikan!
