
- 2020-09-30 06:47:52
Baca: Mazmur 145:1-21
"Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu
untuk seterusnya dan selamanya." Mazmur 145:2
Orang Kristen duniawi adalah orang Kristen yang berjalan di bawah kendali
pancaindranya, alias hidup menurut apa yang dilihatnya secara kasat mata, bukan
karena iman percaya. Akibatnya situasi atau keadaan selalu memengaruhi
sikap hatinya. Karena kondisi hatinya sangat ditentukan oleh situasi atau
keadaan, maka ia tidak memiliki kehidupan pujian dalam kesehariannya. Tak
mengherankan bila ia jarang sekali dan tidak terbiasa memuji-muji Tuhan setiap
waktu...kalaupun ada pujian keluar dari bibirnya hanyalah terjadi saat berada
di dalam gedung gereja, saat ibadah berlangsung.
Puji-pujian seharusnya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup orang
percaya, sebab pujian adalah pintu gerbang utama untuk kita masuk ke dalam
hadirat Tuhan. Pemazmur berkata, "Masuklah melalui
pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan
puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! Sebab TUHAN itu
baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap
turun-temurun." (Mazmur 100:4-5). Sejak dari semula Tuhan
menciptakan manusia untuk bersekutu dengan-Nya, untuk memuji dan meninggikan
kebesaran-Nya. Namun dalam praktik hidup sehari-hari banyak orang Kristen
jarang sekali membalas kebaikan dan kasih Tuhan, sekalipun hanya lewat
puji-pujian. Sebaliknya kita membalas kasih dan kebaikan Tuhan, dengan
pemberontakan dan ketidaktaatan. Tapi begitu terjepit masalah, dengan
secepat kilat kita mencari Tuhan, berseru-seru kepada-Nya dan bahkan langsung
menyalahkan Tuhan.
Seperti halnya bangsa Israel, sekalipun mereka mengalami banyak pertolongan dan
mujizat dari Tuhan, bukan puji-pujian yang keluar dari mulut mereka, melainkan
keluhan dan sungut-sungut. Semakin kita mengeluh dan bersungut-sungut
kepada Tuhan semakin kita menghalangi kuasa Tuhan bekerja, semakin kita menutup
rapat-rapat pintu berkat bagi kita sendiri. Padahal pujian adalah
ekspresi dari iman kita kepada Tuhan dan Tuhan sangat tergerak hati saat
mendengar pujian yang dinaikkan ke hadirat-Nya, "...Padahal
Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel."
(Mazmur 22:4).
Jangan anggap remeh puji-pujian bagi
Tuhan karena ada kuasa di dalamnya!
