Lihatlah Anak Domba Allah

  • 2026-06-23 08:54:22

Bacaan : Yohanes 19:28-37

Di awal injil Yohanes, penulis Injil memperkenalkan Yesus sebagai "Anak Domba Allah" (Yoh. 1:29, 36). Dalam perayaan Paskah Israel kuno, seekor anak domba disembelih dan darahnya dibubuhkan pada ambang pintu sebagai tanda keselamatan (Kel. 12:1-11).

Dalam perayaan Paskah kali ini (31; Yoh. 19:14), penulis Injil menuliskan beberapa unsur yang menegaskan bahwa Yesus adalah Anak Domba Paskah Sejati. Pertama, frasa "supaya digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci" (28, 36) menunjukkan bahwa segala sesuatu yang terjadi pada Yesus bukanlah kebetulan, melainkan penggenapan Perjanjian Lama.

Kedua, prajurit menggunakan hisop untuk memberikan anggur asam kepada Yesus (29). Hisop adalah tanaman dalam upacara penyucian yang digunakan untuk membubuhkan darah anak domba paskah (Kel. 12:22).

Ketiga, Yesus mati pada waktu yang sama dengan penyembelihan anak domba Paskah. Menurut catatan Mishnah dan sejarawan Yahudi, anak domba disembelih antara jam 2-4 sore. Kematian Yesus sekitar jam 3 sore (Mat. 27:46) menggenapi Yesus sebagai anak domba Paskah (1Kor. 5:7).

Keempat, prajurit-prajurit tidak mematahkan kaki Yesus (33). Sesuai aturan Paskah bahwa tulang anak domba Paskah tidak boleh dipatahkan (36; Kel. 12:46), ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Anak Domba yang tak bercacat, sempurna, dan layak menjadi kurban pendamaian (bdk. 1Ptr. 1:19).

Kelima, Ia benar-benar mati di atas salib. Lambung tertikam, darah dan air mengalir keluar, serta seorang prajurit yang menjadi saksi membuktikan kematian-Nya (34-35).

Melalui unsur-unsur ini, kita disadarkan bahwa salib bukan hanya tempat penderitaan, melainkan mazbah pengurbanan Anak Domba Allah. Darah-Nya dicurahkan sebagai penghapusan dosa dan penyelamatan umat manusia.

Ketika kita merenungkan kematian Yesus hari ini, percayalah, Yesus benar-benar mati di atas salib bagi kita. Ia ditikam karena pemberontakan kita agar kita diselamatkan (Yes. 53:5). Darah-Nya yang tercurah adalah sumber keselamatan dan kehidupan kekal kita.




OTHER RENUNGAN


Keraguan Dalam Pergulatan Iman

Bacaan : Yohanes 20:24-29 Dalam dinamika iman, salah satu faktor yang tak terelakkan adalah keraguan. Ada hal-hal yang menjadi mis ...

Percaya Dan Tidak Percaya Yesus

Bacaan : Yohanes 12:37-43 Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemukan ada orang-orang yang ragu-ragu, bahkan takut untuk per ...

Hidup Dalam Rasa Syukur

Bacaan : 2 Korintus 9:6-15 Hidup sering dipenuhi dengan berbagai kekhawatiran. Kita kerap terfokus pada kekurangan kita, keinginan ...

Jejak Seorang Hamba Yang Setia

Bacaan : Yosua 24:29-33 Banyak orang ingin meninggalkan jejak yang baik dalam hidupnya dan pada umumnya orang ingin dikenang sebag ...