
- 2026-04-18 08:47:03
Bacaan : Hakim-Hakim 7:1 & 8:3
Lagu "To God Be the Glory" adalah lagu pujian karya Fanny J. Crosby pada 1872 yang berisi pujian kepada Tuhan atas segala karya-Nya, khususnya ungkapan syukur atas karya penebusan Kristus. Lagu ini mengingatkan kita bahwa semua yang baik dan berharga dalam hidup orang percaya berasal dari Tuhan. Karena itu, semua kemuliaan hanya patut ditujukan kepada Tuhan.
Bacaan kali ini menceritakan bagaimana Gideon berhasil mengalahkan orang Midian yang telah menjajah bangsa Israel selama tujuh tahun.
Ketika TUHAN mengurangi pasukan yang ikut berperang (7:2-6), ini mengajarkan kepada kita tentang mengandalkan kekuatan Allah di atas kekuatan manusia. Ada satu hal yang patut menjadi fokus perhatian kita, yaitu perkataan TUHAN kepada Gideon agar jangan sampai orang Israel merasa jika mereka menang atas orang Midian, itu adalah karena kekuatan mereka sendiri (7:2b).
Perkataan TUHAN ini mungkin memberikan kesan kepada kita bahwa bangsa Israel adalah umat yang buruk karena mereka punya kecenderungan sangat besar untuk memegahkan diri. Ini artinya menyombongkan diri, membanggakan diri, menonjolkan kelebihan diri secara berlebihan.
Kecenderungan untuk memegahkan diri sebenarnya ada dalam diri setiap orang. Lalu, apakah kita tidak boleh berbangga diri? Tentu saja boleh apabila sikap itu tidak berlebihan sampai-sampai kita menghilangkan peran Tuhan dalam pencapaian kita.
Kita harus mencontoh sikap baik Gideon. Ia bisa saja memegahkan diri karena dialah yang memimpin pasukan, dan juga karena dikatakan melalui mimpi bahwa pedangnya akan merobohkan orang Midian (7:13-14). Namun, responsnya adalah sujud menyembah dan mengatakan bahwa TUHAN-lah yang menyerahkan orang Midian kepadanya (7:15).
Jadi, ingatlah untuk selalu wawas diri, tidak membiarkan kesombongan atau keangkuhan menguasai diri kita. Semua yang baik dan berharga dalam hidup kita berasal dari Tuhan. Bersyukurlah selalu dengan mengatakan, "kemuliaan hanya bagi Tuhan!"
